Sunday, September 13, 2020

SEKILAS SEJARAH ALJABAR

Kata “Aljabar” yang kita kenal sekarang diambil dari Judul Buku “Hisab Al-Jabr wa’l Muqabalah” (perhitungan dengan restorasi dan reduksi) karya seorang Sarjana Arab bernama Muhammad Al Khwarizmi (780 – 850 M) pada sekitar 830 M.

Restorasi maksudnya menyederhanakan sebuah rumus dengan menggunakan operasi yang sama di kedua sisinya.

Sedangkan Reduksi berarti mengombinasikan bagian yang berbeda dari sebuah rumus kemudian menyederhanakannya.

Pada tahun 1591, seorang ahli matematika Perancis bernama Francois Viete menciptakan sistem simbol aljabar secara lengkap. Dalam bukunya yang berjudul “In Artem Analyticam Isagoge” (pengenalan seni-seni analitis) ia menyatakan bahawa huruf-huruf konsonan (B, C, D, dst) dapat digunakan untuk mewakili angka yang belum diketahui sedangkan huruf vokal (A, I, U, E, O) dapat digunakan untuk mewakili angka yang diketahui.

Pada tahun 1637 dalam bukunya yang berjudul “Discourse de la MethodeRene Descartes  menjelaskan bagaimana susunan-susunan geometris dapat diubah ke dalam persamaan-persamaan aljabar dan mulai memperkenalkan x, y, z untuk mewakili variabel-variabel serta simbol + dan – untuk operasi penjumlahan dan pengurangan.

Kemudian setelah periode tersebut banyak ilmuwan lainnya yang merumuskan teori-teori penemuannya dengan menggunakan aljabar salah satunya yakni menghitung kecepatan bergerak suatu objek oleh Newton. Karena inilah aljabar disebut sebagai basis ekspresi matematis bagi kebanyakan rumus-rumus ilmiah.

Aljabar adalah suatu bentuk matematika yang dapat mempermudah masalah-masalah yang sulit dengan menggunakan huruf-huruf untuk mewakili bilangan yang belum diketahui dalam perhitungan.